cerpen : Keyla dan Ibas: Kisah
Cinta di dunia Sihir
- Di
sebuah kota kecil di antara pegunungan, lahirlah seorang bayi laki-laki
yang diberi nama Ibas. Kelahirannya disambut oleh orang tuanya pasangan
sederhana namun penuh kasih sayang.
- Singkat
cerita dia sudah berumur 7 tahun, Ibas terpesona oleh seorang seorang
penyihir mengendalikan kekuatan listrik dengan begitu mudahnya. Mimpi
untuk bisa melakukan hal yang sama mulai tumbuh dalam hatinya. Dan bilang
ke pada ibunya. Ibu aku ingin bisa seperti di tv tersebut. Ibunya menjawab
dengan sennyuman, dan mengatakan Iya. Meskipun ibunya mendukung minat
anaknya, namun ia juga khawatir akan bahaya sihir jika tidak dikuasai
dengan baik.
- Singkat
cerita umur ibas sudah 20 tahun dia tumbuh dengan perawakan yang biasa
saja. Ibas sekarang berkuliah di Universitas Lumina. bertahun-tahun sudah
ibas menantikanya. Dan akhirnya ibas diterima di universitas yang yah
biasa saja.
- sekitar
jam 8 pagi dia berangkat ke kampus. Sampai di depan gerbang Ketika diam
akan masuk area kampus tampa di sengaja dia di tabrak dengan seorang gadis
yang wajahnya cantik. Dalam hati ibas. Siapa nih cewek seenaknya main
seruduk aja. Si cew menjawab maaf kak tak sengaja, dan langsung berlari. Dan
ibas berlari juga menuju ke kelas. Sampai di kelas dosen pembimbing
akdemik masuk kedalam kelas dan memperkenalkan murid baru, dan berkata
silahkan perkenalkan diri di depan kelas. Cew itu berkata: haloo nama saya
Keyla, salam kenal, semoga kitab bisa berteman. Dan dosen mempersilahkan
duduk. Keyla kemudian duduk di dekat ibas. Dan dosen mulai mengajar dasar dasar
ilmu sihir. Ilmu sihir disini di jelaskan ada Batasan penggunaan dalam
ilmu tersebut hanya 10menit. Berbagai ilmu jenis ilmu sihir seperti. Bisa dilapisi api, air dan es,
batu . atau bisa terbang, badan dilapisi metal,atau jadi manusia pohon. Dan
lain lain.
·
Hari-hari di Universitas Lumina terasa seperti
mimpi bagi Ibas. Kampus yang indah dengan bangunan-bangunan kuno yang megah,
perpustakaan yang penuh dengan buku-buku sihir kuno, dan teman-teman sekelas
yang memiliki bakat sihir yang luar biasa membuat Ibas semakin bersemangat
untuk belajar.
·
Namun, semangat Ibas sedikit terusik saat ia
mulai mengikuti pelajaran praktis. Bakatnya dalam mengendalikan listrik
sepertinya tidak berkembang secepat yang ia harapkan. Sementara teman-teman
sekelasnya dengan mudah menciptakan bola api kecil atau membuat benda-benda
melayang, Ibas masih kesulitan bahkan untuk menyalakan sebatang lilin dengan
sihir.
·
Keyla, teman sebangkunya, memperhatikan
kesulitan yang dialami Ibas. Dengan tulus, ia menawarkan bantuan. "Jangan
berkecil hati, Ibas. Setiap orang memiliki ritme belajar yang berbeda. Mungkin
kamu hanya perlu menemukan cara yang tepat untuk mengendalikan
kekuatanmu," kata Keyla sambil tersenyum.
·
Terinspirasi oleh semangat Keyla, Ibas semakin
giat berlatih. Ia mencoba berbagai teknik yang diajarkan oleh dosen, namun
hasilnya tetap saja kurang memuaskan. Suatu hari, saat sedang berjalan-jalan di
taman kampus, Ibas menemukan sebuah buku kuno tentang sihir listrik. Buku itu
berisi berbagai mantra dan ritual yang belum pernah ia dengar sebelumnya.
·
Dengan penuh semangat, Ibas mencoba salah satu
mantra yang tertulis di buku tersebut. Ia fokus pada aliran listrik yang
mengalir di dalam tubuhnya, membayangkan kilatan petir menyambar di langit.
Tiba-tiba, sebuah bola listrik kecil muncul di ujung jarinya. Ibas berhasil!
·
Keberhasilan pertama ini membuat Ibas semakin
percaya diri. Ia terus berlatih setiap hari, menguasai berbagai mantra listrik
yang semakin kompleks. Namun, suatu ketika, saat sedang melakukan Latihan di
gym. terjadilah kecelakaan kecil. Sebuah mantra yang seharusnya menghasilkan
kilatan listrik kecil justru meledak dengan dahsyat, menyebabkan kerusakan pada
beberapa peralatan gym.
·
Ibas terkejut dan takut. Ia khawatir akan
mendapat hukuman dari dosen. Namun, ketika dosen datang, bukannya marah, dosen
itu justru tersenyum. "Ibas, kamu memiliki potensi yang sangat
besar," kata dosen itu. "Tapi kamu harus lebih berhati-hati dalam
menggunakan kekuatanmu. Kekuatan listrik sangatlah kuat, dan jika tidak
dikendalikan dengan baik, bisa menimbulkan bahaya."
·
Dari kejadian itu, Ibas belajar bahwa kekuatan
sihir harus digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. Ia juga menyadari
bahwa ia memiliki kekuatan yang unik, yang berbeda dari teman-teman sekelasnya.
·
Latihan bersama Keyla membuat Ibas semakin mahir
mengendalikan kekuatan listriknya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama di
perpustakaan, saling bertukar ilmu dan pengalaman. Ibas kagum dengan kemampuan
Keyla dalam memanipulasi batu. Dengan sihirnya, Keyla bisa mengubah batu
menjadi berbagai bentuk, bahkan menjadi makhluk hidup.
·
Sementara itu, Keyla juga merasa nyaman berada
di dekat Ibas. Lelaki yang awalnya terlihat canggung itu ternyata memiliki sisi
humor yang menyenangkan. Mereka sering bercanda dan saling mendukung dalam
segala hal. Lambat laun, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
·
Setelah latihan, Ibas dan Keyla saling pandang
dengan senyum lebar. Keringat membasahi wajah mereka, namun rasa lelah tak
terasa sama sekali.
·
Mereka berjalan keluar dari gym latihan,. Hujan
mulai turun dengan deras. "Wah, hujannya deras sekali," ujar Ibas.
·
"Untung kita bawa payung," sahut
Keyla, mengeluarkan payung dari tasnya. Mereka berjalan berdampingan, payung
yang mereka pegang terasa terlalu kecil untuk menampung tubuh mereka berdua.
Sesekali, tangan mereka bersentuhan, menimbulkan sensasi hangat di hati mereka.
·
"Rumahku dekat dari sini," kata Ibas.
"Mau ikut kerumahku? ibu pasti senang kalau ada tamu."
·
Keyla mengangguk dengan semangat. "Aku
belum pernah ke rumahmu, Ibas. Aku penasaran seperti apa."
·
Sesampainya di rumah Ibas, mereka disambut
hangat oleh Bunda Ratna. Wanita paruh baya itu langsung menyuruh mereka masuk
dan mengganti pakaian basah mereka. "Wah, anakku hebat sekali bisa menang
turnamen. Bunda bangga sekali padamu," puji Bunda Ratna pada Ibas.
·
"Terima kasih, Bun," balas Ibas sambil
tersenyum. Ia kemudian memperkenalkan Keyla kepada ibunya. "Bun, ini
Keyla, teman kuliahku."
·
Bunda Ratna menyambut Keyla dengan ramah.
"Senang bertemu denganmu, Keyla. Kamu cantik sekali."
·
Keyla merasa sedikit malu, namun ia membalas
sapaan Bunda Ratna dengan sopan. "Terima kasih, Bu."
·
Bunda Ratna menyiapkan teh hangat dan beberapa
kue kering untuk mereka. Mereka bertiga mengobrol sambil menikmati suasana
hangat di ruang tamu. Ibas dan Keyla bercerita tentang pengalaman mereka selama
latihan, sementara Bunda Ratna mendengarkan dengan penuh perhatian.
·
"Kamu berdua cocok sekali," ujar Bunda
Ratna sambil tersenyum.
·
Ibas dan Keyla saling melirik, wajah mereka
memerah. Mereka berdua tahu bahwa Bunda Ratna sudah lama memperhatikan
kedekatan mereka.
·
Saat waktu menunjukkan pukul sepuluh malam,
Keyla pamit pulang. "Terima kasih banyak atas jamuannya, Bu," ucap
Keyla.
·
"Sama-sama, sayang. Kapan-kapan main lagi
ya," ajak Bunda Ratna.
·
"Tentu, Bu," jawab Keyla sambil
tersenyum.
·
Di perjalanan pulang, hujan masih turun dengan
deras. Ibas masih dirumah ibunya. Tapi ibunya langsung bilang kenapa km tidak
antar Keyla, kata ibas diam au pulng sendiri. Ibu berkata : dasar bodoh di aitu suka kamu jangan biarkan
pulang sendiri antar dia pulang sana . kemudian ibas mengambil mantel bargambar
kodok imut sambil lari ibas menuju Keyla dan berteriak keylaa tunggu… dan
akhirnya terkerjar lalu mengantar Keyla
sampai di depan rumahnya.
·
Mereka saling berpelukan erat di bawah guyuran
hujan. Dalam pelukan itu, mereka merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan.
·
Ke esokan Matahari belum sepenuhnya menampakkan
diri saat Keyla terbangun. Ingatan tentang malam sebelumnya membuatnya
tersenyum. Namun, senyumnya langsung sirna saat ia menyadari sudah terlambat.
Dengan tergesa-gesa, ia lari naik motor menuju kampus.
·
Di jalan keya bertemu ibas . kata Keyla : ibas
Kita telat!" teriak Keyla .
·
Mereka berlari saat habis parkir motor sekencang
mungkin menuju kampus, namun sayang, pintu gerbang sudah tertutup rapat. Dengan
wajah lesu, mereka menerima hukuman dari satpam untuk membersihkan toilet.
Sambil membersihkan toilet, mereka saling melempar pandang dan tertawa kecil.
Hukuman yang awalnya terasa berat, kini terasa lebih ringan karena mereka bisa
melakukannya bersama.
·
Sepulang kampus, mereka bertemu dengan wali
kelas mereka. "Kalian berdua harus lebih disiplin lagi," tegur wali
kelas. "Oh ya, ada pengumuman penting. Akan ada turnamen antar kelas tahun
ini. Pesertanya terbatas hanya 8 orang, jadi kalian harus berlatih lebih giat
lagi."
·
Mendengar kabar itu, semangat Ibas dan Keyla
langsung berkobar. Mereka bertekad untuk menjadi wakil kelas dan memenangkan
turnamen tersebut.
·
Hari-hari berikutnya, Ibas dan Keyla
menghabiskan banyak waktu bersama untuk berlatih. Mereka mencoba berbagai
kombinasi mantra dan gerakan. Saat melakukan latihan posisi plank, tubuh mereka
saling berhadapan. Jarak mereka sangat dekat sehingga mereka bisa merasakan
nafas masing-masing.
·
Jantung Ibas berdebar kencang. Ia tak bisa
mengalihkan pandangan dari mata Keyla yang berkilau. Rambutnya pun ikut berdiri
karena detak jantungnya yang tidak teratur. Keyla yang menyadari perubahan pada
diri Ibas, juga merasakan hal yang sama. Wajah mereka memerah dan suasana
menjadi canggung.
Hari yang di tunggu pun mulai. Di pagi hari ibas terbangun lalu sarapan di
masakan ibunya. Masakan ibunya sangan enak. Yaitu masak daging ayam goreng.
Mereka saling berbincang tentang Keyla. Ibas pun malu malu berbicara pada
ibunya. Lalu pamit ke ibunya untuk berangkat ke kampus.
Di waktu yang sama Keyla bangun pagi juga dan merasa tidak sabar untuk ikut
turnamen. Pada saat sarapan keyal diskusi dengan ayahnya menayakan gimana
turnamenya udah siap? Kata Keyla sudah yah. Lalu bertanya itu siapa yang
mengantar km waktu pulang malam ? ohh itu sambil malum alu wajah Keyla memerah
dan berkata emmm masih teman yah. Kata ayahnya ohh ia ia. Ya cari teman yang
baik saja di kampus, ayahnya sambil tersenyum. Dan setelah selesai sarapan
Keyla pamit kepada ayahnya. Daaa pahhh love u.
Sampai di gym merka disambut riuh dari penonton. Di tempat diadakanya
turnamaen keya dan ibas bertemu dan saling memberi semangat. Utuk turnamen yang
terpilih ada 8 perserta diantaranya
1. Bara,
Pemuda berapi-api dengan kekuatan api yang sangat panas. Ia sering
menggunakan api untuk menciptakan ilusi dan serangan mendadak.
2. Agung:
Pemuda pendiam dengan pengendali metal. Ia mampu menjadikan metal menjadi baju
jirah
3. Indiri:
Gadis cantik dengan rambut kehijauan. Ia menguasai alam bisa membuat akar
menjerat musuh
4. Danu:
Pemuda tenang dengan kekuatan air. Ia bisa menyembuhkan luka dengan air dan
menciptakan penghalang air yang kuat seperti es.
5. Bayu:
Pemuda lincah dengan kekuatan angin. Ia bisa bergerak sangat cepat dan
menciptakan tornado kecil.
6. Pertiwi:
Gadis kuat dengan kekuatan tanah. Ia bisa mengendalikan tanah untuk menciptakan
dinding, jebakan, dan menjebak lawan. Dan Ia bisa menciptakan gempa bumi dan
menghancurkan benda-benda besar dengan kekuatannya.
7. Ibas
: pengguna sihir elemen Listrik
8. Dan
Keyla: penguna elemen batu
Panitia berkata: pertandingan akan segera di mulai mari kita acak untuk ke 8
perserta
Yang pertma Bara vs Keyla, yang ke dua Danu vs Bayu. Yang ketiga Indri vs
Pertiwi dan yang terakhir Agung vs Ibas. Pertandingan resmi di mulai
Bara dan Keyla menuju anrana pertarungan. Keyla memasang kuda kuda Bersiap
menyerang. Tiba tiba bara langsungmenyerang dengan lengan di penuhi api. Tetapi
dengan cekatan Keyla membuat peirisai dengan sekumpulan batu di lenganya. Dan
lengan satunya mengayun mengenai perut bara dan pertarungan sangat sengit lalu
Keyla membuat serangan batu seukuran kerikil menyerang bara karena bara tidak
punya perisai dia terlempar jatuh keluar arena
Setelah kekalahan telak Bara, suasana arena semakin memanas. Para penonton
bersorak sorai mendukung jagoannya masing-masing. Danu dan Bayu, dua elemen
yang bertolak belakang, bersiap untuk unjuk gigi.
Danu memulai serangan dengan menciptakan dinding air yang tebal, membendung
laju angin Bayu. Namun, Bayu dengan lincah menghindar dan menciptakan tornado
kecil yang berusaha memecahkan dinding air. Pertempuran elemen air dan angin
ini menciptakan pemandangan yang spektakuler.
Di arena lain, Indri dan Pertiwi saling berhadapan. Indri melilitkan
akar-akar tanaman ke kaki Pertiwi, berusaha menghambat pergerakannya. Pertiwi
tidak tinggal diam, ia menghantam tanah, menciptakan retakan besar yang membuat
akar-akar Indri putus. Keduanya saling bertukar serangan, tanah berguncang dan
tanaman menjalar memenuhi arena.
Sementara itu, Agung dan Ibas, dua pengguna elemen keras, terlibat dalam
pertarungan kekuatan. Agung membungkus tubuhnya dengan baju zirah logam,
membuatnya terlihat seperti robot. Ibas membalas dengan serangan petir yang
menyambar-nyambar, berusaha menembus pertahanan Agung.
Setelah melewati babak penyisihan yang sengit, akhirnya ini lah yang maju di
babak berikutnya, yaitu Keyla vs Danu, Pertiwi vs Ibas. Lalu Keyla dan danu ke
arena pertandingan. Keduanya adalah petarung yang tangguh dan memiliki
kemampuan yang unik.
Pertarungan final dimulai dengan hati-hati. Keyla menciptakan dinding batu
yang kokoh di sekelilingnya sebagai pertahanan. Danu membalas dengan
menciptakan gelombang air yang besar, berusaha menghancurkan dinding batu
tersebut.
Pertempuran semakin sengit. Keyla menciptakan hujan batu dari langit,
sementara Danu membendung hujan batu itu dengan dinding es yang tebal. Keduanya
saling bertukar serangan, membuat penonton terpaku takjub. Dan akhirnya karena
lengah Keyla kakinya terpeleset es lalu Keyla di jatuhkan keluar arena. Dan
Keyla kalah. Ibas sedih lalu mendekati Keyla lalu menggendong Keyla dan
memberikan semangatPertandingan berikutnya Pertiwi vs Ibas . ibas langsung membuat tubuhnya penuh
Listrik dan menyerang pertiwi mereka saling adu serangan. Tiba tiba pertiwi
mebuat jebakan lubang ditanah dan membuat ibas terperangkap. Ketika pertiwi
akan menyerang tiba tiba terjadilah ledakan petir yang besar membuat pertiwi
terpental keluar arena.
dan akhirnya pertarungan final di mulaidimana danu vs ibas mereka berdua
sudah sangat kelelahan. Tapi mereka tetap ber siap untuk bertarung. Saling adu
serangan pun tak terelakan dan mereka mengeluarkan kekuatan ultinya danu merubah air menjadi kesatria air bawa
tombak dan iabas merubah petir menjadi kesatria mebawa panah petir. Dan
akhirnya ibas pun menang.
Lalu ibas naik kepanggung dan di berikan piala oleh panitia. setelah itu
ibas berlari ke klinik kampus dan menemui Keyla dan memberikan piala kepada
Keyla berkata ini piala untukmu Keyla. Dan Keyla mengambil pial aitu sambil
dipeluk oleh ibas.. Tiba – tiba ada seseorang dengan jubah hitam ke kamar di
klinik tersebut dan langusng memukuli ibas dan ibas pun di culik. Lalu ibas
dibawa ke sebuah pulau misterius oleh seorang ilmuwan gila yang ingin
memanfaatkan kekuatan listriknya untuk menciptakan senjata mematikan. bersambung…